Kamis, 22 Januari 2015

Perubahan Perilaku Masyarakat Terhadap Turun , Naik nya Harga BBM

Kali ini saya akan membahas tentang dampak, perilaku atau respon masyarakat terhadap turun naik nya harga barang, khususnya kebutuhan pokok. Bensin, pasti menjadi sesuatu yang sangat pokok, bisa dibilang jika harga bahan bakar naik, pasti akan diiringi naiknya harga kebutuhan pokok lainnya.

Masyarakat merasakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelum nya Rp 8.500 per liter menjadi         Rp 7.600, kemudian diturunkan lagi menjadi Rp 6.600 per liter. Oleh sebab itu terjadi perubahan perilaku masyarakat yang berkebalikan. Pada saat menjelang diberlakukan kenaikan harga, terjadi antrian panjang di SPBU hingga malam hari.

Pada saat harga baru akan diberlakukan setelah di berikan penguguman oleh Presiden Indonesia Joko Widodo , masyarakat justru menahan diri untuk tidak membeli bensin untuk sementara. Alasannya adalah, pengendara bisa mendapatkan Premium yang lebih murah. Penurunan harga BBM bersubsidi ini dinilai cukup melegakan oleh masyarakat, setidaknya bisa meringankan pengeluaran biaya tranportasi, meskipun harga barang - barang kebutuhan pokok yang terlanjur naik agak susah turun.

Dari naik, turun, dan turun nya lagi harga BBM ini bisa dipetik beberapa pelajaran. ini dilakukan oleh Presiden untuk menyiapkan kultur masyarakat untuk siap dengan perubahan harga BBM, baik naik maupun turun, mengikuti harga minyak dunia.

Pencabutan subsidi BBM mau tak mau harus dilakukan karena subsidi memang menjadi beban APBN, Meskipun pada akhir 2014 ada tren harga minyak dunia turun, pemerintah tetap menaikan harga Premium. Lihatlah perubahan perilaku masyarakat, dari semula terbiasa mengkonsumsi BBM bersubsidi secara sukarela berailh kepada BBM nonsubsidi. Hal ini karena perbedaan harga premium dan Pertamax yang sangat sedikit. Lebih mahal sedikit, tetapi dapat BBM lebih bersih.

Warga yang sudah pernah merasakan harga Premium tinggi , sekarang ini menjadi terbiasa membeli Pertamax. Apalagi harga Pertamax juga ikut turun menjadi sama dengan harga konsumsi BBM dari subsidi ke BBM nonsubsidi. Kebijakan harga seperti ini ternyata lebih efektif dibandingkan imbauan di berbagai SPBU dan memasang stiker bahwa BBM bersubsidi hanya untuk warga kurang mampu.


Kamis, 08 Januari 2015

Pengaruh Globalisasi Pada Remaja

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya Globalisasi  juga dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.

Arus globalisasi begitu cepat masuk kedalam masyarakat terutama di kalangan muda.Globalisasi memiliki dampak positif maupun negatif :



Dampak Positif
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dampak Negatif
Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistis
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

Langkah- langkah untuk menyikapi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.